Sosialisasi Peningkatan Mutu  Guru dan Tenaga Kependidikan SMA Negeri Tahun 2024

Kegiatan Sosialisasi dimulai pukul 09.00 Wita di Aula SMA Negeri 11 Banjarmasin. Kegiatan dibuka oleh Riatni Mustaqimah, M.Pd sebagai Moderator dengan membacakan Basmallah dan di lanjutkan dengan Persembahan dari Paduan Suara “Gema Harmoni”.

Materi pertama disampaikan oleh Tim Disdikbud Kalimantan Selatan Awan Ramadhani,S.Pd dan M. Faisal Rahman,SE pada Hari Kamis, Tanggal 25 April 2024 tentang Peningkatan Mutu  Guru dan Tenaga Kependidikan SMA Negeri Tahun 2024.

Peningkatan mutu proses pendidikan menurut Miller terletak pada sumber daya manusia yang merupakan faktor kunci yang menentukan kekuatan pendidikan. Kualitas hasil (output) pendidikan dipengaruhi oleh tiga aspek yaitu :

  1. Konteks
  2. Input
  3. Proses

UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003 : “Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”. Berdasarkan konsep tersebut, dalam kata pembelajaran terkandung dua kegiatan yaitu belajar dan mengajar.

Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada disekitar individu.Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar juga merupakan proses melihat, mengamati dan memahami sesuatu.

Hakikat Belajar

Belajar merupakan suatu proses, yaitu merupakan kegiatan yang berkesinambungan dimulai sejak lahir dan terus berlangsung seumur hidup. Terjadinya perubahan tingkah laku yang bersufat relative permanen. Hasil belajar ditujukan dengan aktivitas-aktivitas tingkah laku secara keseluruhan. Adanya peranan kepribadian dalam proses belajar antara lain aspek motivasi, emosional, dan sebagainya.

Mutu Pendidikan yang bermutu mencakup berbagai input, seperti bahan ajar (Kognitif, efektif, dan psikomotorik), metodologi (bervariasi sesuai kemampuan guru), administrasi, sarana dan prasarana, sumber daya lainnya, serta penciptaan suasana yang kondusif.

Syafaruddin dan Nasutioan (2005:43) mengemukakan bahwa : “proses suatu sistem dimulai dari input (masukan) kemudian diproses dengan berbagai aktivitas dengan menggunakan teknik dan prosedur, dan selanjutnya menghasilkan output (keluaran), yang akan dipakai oleh masyarakat lingkungannya.

Masalah di dunia ini terjadi ketika orang bodoh terlalu yakin dan orang pintar penuh dengan keraguan (Betrand Russel).

Pelaksanaan Proses Pembelajaran  meliputi

  1. Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran, yaitu rombongan belajar, beban kerja minimal guru, buku teks pelajaran, dan pengelolaan kelas.
  2. Pelaksanaan pembelajaran, yaitu implementasi dari RPP yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
  3. Penilaian Hasil Pembelajaran penilaian dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat pencapaian kompentensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.
  4. Pengawasan Proses Pembelajaran Pengawasan proses pembelajaran meliputi pemantauan, supervise, evaluasi pelaporan dan tindak lanjut.

Berdasarkan penjabaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perbaikan proses pembelajaran tindakan pernah sempurna, karena perbaikan proses pembelajaran merupakan hanya salah satu sub system dalam system pembelajaran. Namun perlu dilakukan pengambilan model pembelajaran yang cocok dan tepat dengan kebutuhan para peserta didik.

Dengan harapan kepuasan dari pelanggan internal (peserta didik) dapat terpenuhi. Karena kepuasan peserta didik merupakan salah satu ukuran mutu proses pembelajaran yang ber –MUTU.

Literasi bukan hanya baca dan tulis, semua bisa baca tapi tidak mengerti apa yang dibaca. Ini sebenarnya kritik buat kita semua. Contoh anak membaca membaca 15 menit sebelum masuk kelas, setelah membaca disuruh menceritakan ulang atau tidak?  Setelah menceritakan ulang bisakah anak tersebut menulis yang dia ceritakan tadi? Bisa tidak anak itu mempraktikkan yang di abaca tadi?

Literasi itu ada 3 : enlightment (mencerahkan), enrichment (memperkaya wawasan), dan empowerment (memberdayakan).

 

Materi kedua disampaikan oleh Tim Disdikbud Kalimantan Selatan Muhammad Nuh Almadani,S.Kom dan Nurul Huda pada Hari Jum’at, Tanggal 26 April 2024 tentang Peningkatan Mutu  Guru dan Tenaga Kependidikan SMA Negeri Tahun 2024.

Pengertian informasi menurut Tukino(2020) informasi merupakan sebuah data yang dikelola menjadi sesuatu yang lebih bernilai tinggi bagi penerima guna untuk membantu membuat sebuah pengambilan keputusan. Berikut bagaimana informasi terbentuk :

 

 

Bias Kognitif adalah kondisi yang terjadi ketika alam bawah sadar salah dalam berpikir sehingga akan menimbulkan kesalahan dalam berpikir, memproses, dan menafsirkan informasi. Biasanya terjadi karena menyerderhanakan informasi.

Notulis : Rantie Nashiratunnisa,S.Sos

DOKUMENTASI KEGIATAN