KETIKA DUNIA NYATA MENJADI GURU TERBAIK DALAM PROGRAM WAYAH (WISATA ILMIAH) DI SMA NEGERI 11 BANJARMASIN
KETIKA DUNIA NYATA MENJADI GURU TERBAIK DALAM PROGRAM WAYAH (WISATA ILMIAH)
DI SMA NEGERI 11 BANJARMASIN
Oleh : Sari Oktarina, M.Pd.
Kepala SMA Negeri 11 Banjarmasin
Proses Pembelajaran yang dilakukan dapat menjadi lebih bermakna ketika peserta didik berkesempatan untuk melihat secara langsung objek, tempat, dan aktivitas yang berhubungan dengan materi pelajaran. Berbagai pengalaman di luar kelas dapat memberi sarana ruang bagi peserta didik untuk mengamati, mendengar penjelasan dari sumber yang kompeten, mengajukan pertanyaan, dan menghubungkan pengetahuan (teori) yang diperoleh di sekolah dengan kehidupan nyata. Gagasan inilah yang mendasari pelaksanaan Program WAYAH (Wisata Ilmiah) di SMA Negeri 11 Banjarmasin.
Program WAYAH merupakan bagian dari strategi pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Melalui program ini, guru dapat mengajak peserta didik mengunjungi lokasi atau tempat yang dirasa berhubungan langsung dengan materi pembelajaran sehingga sumber belajar tidak terbatas pada buku dan ruang kelas. Kegiatan utamanya tetap belajar, memperkaya wahana pengetahuan dengan pendekatan melihat, mendengar, mengamati, dan melakukan secara langsung.
Peserta didik juga diarahkan untuk mengumpulkan berbagai informasi selama kunjungan, kemudian mengolahnya menjadi catatan, laporan, rangkuman, cerita, foto, video, rekaman suara, atau bentuk dokumentasi lain yang sesuai dengan tugas atau proyek pembelajaran. Dengan cara tersebut, diharapkan kunjungan langsung ke sumber belajar menjadi bagian dari proses belajar yang memiliki tindak lanjut dan hasil yang dapat ditelaah kembali.
Belajar dari Pengalaman Nyata
Keunggulan ddari Program WAYAH terdapat pada kesempatan bagi peserta didik untuk berhadapan langsung dengan sumber belajar. Materi pelajaran yang sebelumnya dipahami melalui penjelasan guru dapat diamati penerapannya di lingkungan yang sesungguhnya. Kunjungan program WAYAH ke Bank Indonesia, misalnya, dapat mendekatkan pembelajaran ekonomi dengan kebijakan moneter, Rupiah, dan sistem pembayaran. Kunjungan ke Museum atau rumah bersejarah dalam Mata Pelajaran Sejarah dapat membantu peserta didik memahami teks deskriptif sekaligus mengenali peninggalan sejarah dan budaya daerah.
Pengalaman langsung juga membantu peserta didik membangun pemahaman melalui berbagai indera. Mereka dapat mengamati objek, mendengarkan keterangan narasumber, mencatat informasi, dan melakukan kegiatan yang relevan dengan materi. Interaksi dengan lingkungan baru dan orang-orang di luar sekolah turut memberi kesempatan untuk melatih komunikasi, kerja sama, empati, sikap santun, dan rasa ingin tahu.
Tujuan dan Manfaat Pembelajaran
Program WAYAH bertujuan mendekatkan peserta didik dengan sumber belajar yang
relevan, memperkuat pemahaman materi, serta memberikan pengalaman belajar
yang kontekstual. Melalui pelaksanaan program, peserta didik diharapkan memperoleh
beberapa manfaat berikut:
1. Memperoleh pengalaman nyata. Peserta didik dapat melihat dan
mengalami secara langsung objek atau kegiatan yang berkaitan dengan materi
pelajaran.
2. Memperdalam pemahaman materi pelajaran. Observasi langsung
membantu peserta didik menghubungkan konsep yang dipelajari di kelas
dengan kenyataan di lapangan.
3. Mengembangkan keterampilan sosial. Interaksi dengan teman sekelas,
guru, narasumber, dan masyarakat di lokasi kunjungan melatih komunikasi,
kerja sama, serta sikap menghargai orang lain.
4. Meningkatkan motivasi belajar. Suasana belajar yang bervariasi dan
pengalaman baru dapat menumbuhkan rasa ingin tahu serta membuat proses
pembelajaran lebih menarik.
5. Mengaplikasikan teori dalam praktik. Peserta didik memperoleh
kesempatan mengamati penerapan konsep dan pengetahuan yang didapat dari
ruang kelas ke dalam kehidupan nyata.
Pelaksanaan Pembelajaran WAYAH
Dalam program WAYAH, pada awal tahun ajaran, Kepala Sekolah sudah
mensosialisasikan kegiatan kepada orang tua/wali peserta didik, agar mereka
memahami manfaat dan tujuan program dan mendukung kegiatan tersebut. Para
guru mulai mempersiapkan modul ajar yang sesuai. Selanjutnya melaporkan ke Bagian
Kurikulum sekolah untuk dibuatkan lini masa atau jadwal pelaksanaan kegiatan.
2
SMAN11BJM-BERSAHABAT(Berkarakter,Sehat,Hebat)3
SMAN11BJM-BERSAHABAT(Berkarakter,Sehat,Hebat)
Pelaksanaan WAYAH diawali dengan penentuan lokasi yang sesuai dengan tujuan dan
materi pembelajaran dalam modul ajar atau Rencana Pembelajaran. Guru
menghubungkan topik yang dipelajari dengan objek atau aktivitas yang dapat diamati
di lokasi kunjungan. Kesesuaian tersebut penting agar peserta didik memahami alasan
kegiatan dilaksanakan dan informasi apa yang perlu mereka perhatikan.
Selama kegiatan, peserta didik belajar dengan cara mengamati, mendengarkan
penjelasan, bertanya, dan melakukan aktivitas yang relevan. Selain guru mata
pelajaran, narasumber di lokasi dapat dilibatkan untuk memberikan informasi sesuai
kompetensi dan bidang keahliannya. Penjelasan dari narasumber membantu peserta
didik memperoleh informasi yang lebih dekat dengan praktik dan kondisi nyata.
Pengumpulan dan dokumentasi informasi menjadi bagian penting dari kegiatan.
Peserta didik dapat menulis catatan, merekam suara, mengambil foto atau video,
maupun membuat gambar manual. Setelah kunjungan, guru memberikan tindak
lanjut berupa tugas menyusun laporan, rangkuman, atau cerita berdasarkan informasi
dan pengalaman yang diperoleh. Hasil tugas tersebut dikumpulkan ketika peserta didik
kembali ke sekolah untuk menjadi bahan pembelajaran dan refleksi.
Contoh Pelaksanaan Program WAYAH
Program WAYAH dilaksanakan dengan menghubungkan materi berbagai mata
pelajaran dengan lokasi atau sumber belajar yang memiliki hubungan dengan
pembelajaran tersebut. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk memperoleh pengalaman langsung sesuai dengan topik pembelajaran yang
sedang dipelajari.
Berikut rangkuman contoh keterkaitan mata pelajaran, materi atau topik, lokasi
kegiatan, dan kelas yang tercantum dalam dokumen program.
No.
Mata
Pelajaran
Materi/Topik Pembelajaran
Lokasi/Tempat WAYAH
Kelas
1.
Ekonomi
Kebijakan moneter, Rupiah dan
sistem pembayaran
Bank Indonesia
XI D, E,
F, G
2.
Pendididikan
Agama Islam
Peran Tokoh Ulama dalam
Penyebaran Islam di Indonesia
Maqam Ulama Islam
Terkenal di Kalimantan
Selatan
XC,
XD,XF,
XG
3.
Pendididikan
Agama Islam
Masuknya Islam di Indonesia
(Khususnya di Banjarmasin)
Masjid Jami Banjarmasin
XI D
4.
Bahasa
Inggris
Discussion Texts ( Footprint)
Menyesuaikan dengan
materi Texts
XII
D,E,F G
5.
Kimia
Reaksi Kimia
FKIP ULM
X (A
dan E)
6.
Kimia
Reaksi Kimia
FKIP ULM
X (A
dan E)
7.
Bahasa
Indonesia
Teks Berita
TVRI
XI (A
dan G)
8.
Sosiologi
Peserta didik mampu
mengidentifikasi peran tokoh lokal
atau pemimpin informal dalam
Maqam Ulama Islam
Terkenal di Kalimantan
Selatan
XC,
XD,XF,
XG4
SMAN11BJM-BERSAHABAT(Berkarakter,Sehat,Hebat)
proses sosialisasi dan
pembentukan norma di lingkungan
terdekat. Dan menjelaskan
berbagai resolusi konflik dan Upaya
membangun perdamaian
9.
PKN
Peran Tokoh Agama dalam
Resolusi Konflik : Peserta didik
mampu menelaah strategi
komunikasi damai yang diajarkan
oleh para pemuka agama
multikultural di Indonesia.
Maqam Ulama Islam
Terkenal di Kalimantan
Selatan
XI A, XI
D, XIF,
XI G
10.
Matematika
Pengukuran Dasar dan Rasio :
Penerapan Rasio: Peserta didik
dapat menggunakan konsep
perbandingan senilai untuk
mengkonversi jumlah langkah kaki
menjadi satuan panjang meter atau
kilometer. yakni mengukur Kubah
Datu Sanggul yang terkenal
Karomahnya panjang Kubahnya
mencapai 90 Meter
Maqam Ulama Islam
Terkenal di Kalimantan
Selatan
XC,
XD,XF,
XG
11.
Penjaskes
Atletik, lari jarak menengah
Lintasan Jalan sei.andai
XIA,
XIB,
XIC
12.
Bahasa
Inggris
Descriptive text (mendeskripsikan
tempat atau benda bersejarah)
Museum Wasaka
Banjarbaru
X D
13.
Bahasa
Inggris
Descriptive text (mendeskripsikan
tempat atau benda bersejarah)
Rumah Anno
X B
14.
Informatika
Informatika dan Keterampilan
Genetik
Rumah Anno
XB
15.
Sejarah
Sejarah Sebagai Background Masa
Kini
Teluk Selong, Martapura.
XA, XG
16.
Geografi
Konsep Geografi dan Dasar Peta
Museum Wasaka,
Banjarmasin
XG
17.
Geografi
Litosfer (Geografis Pengaron Era
Hindia Belanda sampai sekarang)
Situs Oranje Nassau,
Pengaron, Kabupaten
Banjar
Siswa
Ekstrak
ulikuler
Penggi
at
Sejarah
18.
Geografi
Dasar Geografi (Konsep, Prinsip
dan Pendekatan)
Taman Wisata Alam, Pulau
Bakut, Kabupaten Barito
Kuala
Siswa
Ekstrak
ulikuler
KIR
19.
Geografi
Dasar Peta
Museum Lambung
Mangkurat, Banjarbaru
Kelas
XC dan
XD
Hasil yang Diharapkan dan Penguatan Program
Melalui Program WAYAH, peserta didik diharapkan mengembangkan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap secara lebih komprehensif. Pengalaman belajar langsung
dapat membantu mereka memahami materi dari berbagai mata pelajaran, melatih
kemampuan mengamati dan mengumpulkan informasi, serta menyampaikan hasil
pengamatan secara teratur. Kegiatan bersama teman dan interaksi dengan narasumber juga memberi pengalaman sosial yang mendukung pembentukan sikap
percaya diri, kerja sama, dan rasa hormat.
Agar manfaat tersebut semakin kuat, peserta didik perlu memperoleh arahan
mengenai hal-hal yang harus diamati dan informasi yang perlu dikumpulkan. Guru
dapat menindaklanjuti kegiatan melalui diskusi, presentasi, laporan, rangkuman, atau
karya dokumentasi sesuai karakteristik mata pelajaran. Dokumentasi dan hasil tugas
tersebut juga dapat menjadi bahan refleksi untuk melihat pemahaman peserta didik
serta menyempurnakan pelaksanaan WAYAH berikutnya.
Program WAYAH diharapkan terus menjadi salah satu pilihan strategi pembelajaran di
SMA Negeri 11 Banjarmasin. Dengan memanfaatkan lingkungan dan sumber belajar
di luar sekolah, pembelajaran dapat terasa lebih dekat dengan kehidupan peserta didik,
lebih menarik, dan memberi kesempatan bagi mereka untuk menemukan
pengetahuan melalui pengalaman.
Penutup
Program WAYAH (Wisata Ilmiah) menghadirkan pengalaman belajar yang
menghubungkan materi pelajaran dengan dunia nyata. Melalui kegiatan mengamati,
mendengar, bertanya, melakukan, dan mendokumentasikan pengalaman, peserta
didik memperoleh kesempatan untuk memahami pengetahuan secara lebih
kontekstual. Dukungan guru dan narasumber menjadi bagian penting dalam
membantu peserta didik mengolah pengalaman menjadi pembelajaran yang
bermakna.
Pada akhirnya, dunia nyata dapat menjadi sumber belajar yang kaya ketika setiap
unsur program di rencanakan dengan baik. Melalui WAYAH, SMA Negeri 11
Banjarmasin berupaya menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup, mendorong rasa
ingin tahu, dan membantu peserta didik menghubungkan apa yang dipelajari di
sekolah dengan kehidupan di sekitarnya.
5
SMAN11BJM-BERSAHABAT(Berkarakter,Sehat,Hebat)
